Rabu, 15 Agustus 2012

MONOLOG


Sering aku memilih untuk pulang meski di hari jumat ada rapat kepanitiaan.Sering aku memilih untuk pulang meski harus menopang lelahnya kaki ini untuk duduk lama dalam angkutan. Sering aku memilih untuk pulang meski malam semakin larut. 

Ya, mungkin aku terdengar seperti seorang 'anak mami' yang tak nyaman berada di luar rumah. Mungkin aku juga terdengar seperti orang yang tidak bertanggung jawab dengan meninggalkan kewajiban demi kepentingan pribadi. Dan mungkin aku terdengar seperti seorang yang nekat menembus halangan apapun untuk tiba di rumah.

Memang rumahku tidak begitu luas, tapi aku selalu menemukan kelapangan dalam hatiku setiap menginjakkan kakiku di sini. Memang orang tuaku tak selalu ada di rumah, tapi aku selalu dapat merasakan aroma tubuhnya di sini, yang selalu bisa menenangkanku. Memang damai tak selalu meliputi rumah ini, tapi kami selalu berusaha menciptakan damai di sini.

Banyak teman berkomentar tentang diriku yang selalu mengutamakan keluarga di atas apapun. Banyak dari mereka mengatakan bahwa aku harus mengurangi kadarnya, karena itu akan menyulitkanku untuk mobilisasi diri untuk lebih mandiri. Tapi kurasa, menjadi mandiri bukannya melupakan asal diri. Dulu, kau terlalu muda untuk tau segalanya, dan mereka mengajarkanmu semua, maka apa pantaskah jika kalian melupakan perannya? 

Jika memang orientasinya adalah rumah, sejauh apapun melangkah pasti kamu akan menemukan jalan untuk kembali arah -AnnisaAJ


.annisaauliajustmine

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar