Rabu, 04 Juni 2014

Intel

Beberapa waktu yang lalu saya pernah mencoba mengisi inventory tes kepribadian. Yaa memang tujuan utamanya untuk pemenuhan tugas kuliah. Tapi setelah mencocokan hasil tes kepribadian dengan analisis kecil-kecilan berdasarkan teori Costa-Mc Crae saya mendapatkan beberapa kesimpulan yang agaknya cukup menarik.

Dua faktor yang memiliki skor tinggi dalam diri saya adalah Ekstrovert dan Neuroticism. Ini lucu, karena keduanya semacam kutub yang bersinggungan. Sayang mendapat skor 95 dari skal 99 untuk anxiety yang merupakan bagian dari Neuroticism. Haha. Ya, separah itu kekhawatiran saya akan hal-hal yang belum terjadi. Terlalu banyak mikir. Katanya~

Tapi yang ingin saya bahas bukan itu. Hmm mungkin terlihat jauh korelasinya dari aspek Openess to Experience. Rasa keingintahuan yang besar begitu mendorong saya untuk menggali dan mencari tau hal yang mungkin saat ini belum saya temukan kaitannya dengan diri saya sendiri. Memang aneh mungkin. Beberapa teman saya menjuluki saya intel karena berhasil menemukan informasi atau hal-hal tentang seseorang atau sesuatu yang biasanya tidak diketahui banyak orang. Bukan keinginan saya untuk menjadi seperti ini, tapi nampaknya menyenangkan juga.

Sejak kecil saya sering memperhatikan pemeran pembantu dalam sinema yang tampil di tv, maupun aktor pendukung di sebuah video klip, selain memperhatikan tokoh utama. Saya cenderung lebih sering memperhatikan tokoh kedua atau kesekian daripada sang bintang. Entah mengapa. Begitu juga pada hal-hal lain, kadang saya begitu mendetail melihat sesuatu di luar figur atau topik utama. Meskipun begitu tidak membuat saya melupakan sentral dari suatu hal. Hal tersebut membuat saya memiliki pandangan yang lebih menyeluruh, karena kebanyakan hanya memperhatikan posisi sentral saja. 

Kebiasaan aneh itu ikut berkembang sejalan dengan perkembangan diri saya. Ingin tahu banyak hal di luar yang biasa menjadi sorotan. Mencari tau hingga dalam. Tak jarang informasi yang tidak ingin saya tau tapi ternyata saya menjadi tau juga akhirnya karena saya mencari tau. Dan sayangnya informasi yang tidak ingin saya itu berpengaruh tidak baik bagi emosi saya. Pernah terpikir untuk menghentikan kebiasaan ini agar saya bisa terlepas dari perasaan menyesal sudah mengetahui banyak hal akan itu. Entahlah.

.annisaauliajustmine

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar