Rabu, 23 Februari 2011

second term

second term. ya, second term. so what happen in this term? well, i do realize that's so much changes today.

banyak banget yang berubah. mulai dari hal-hal kecil seperti penampilan, banyak yang terlihat lebih percaya diri dibanding semester 1 kemaren. banyak yang tambah pinter karena belajar selama kurang lebih 1 bulan belajar sendiri atau les atau apalah. banyak yang tambah rajin, tapi banyak juga yang jadi males dan uring-uringan.

lalu, bagaimana dengan gue? adakah yang berubah dari gue?

pertanyaannya cukup menohok ya? haha. sepertinya ga ada yang berubah deh selama libur 1 bulan kemaren. ga ada bedanya gue di semester 2 dengan gue yang di semester 1. gue masih aja kaya dulu, begini. iya, begini.

lalu apa yang haru gue lakukan? masa gue mau BERDIAM DIRI, MENONTON perubahan yang makin membawa mereka kepada kesuksesan. dan IRI?

ah, gue ga mau kaya gitu. gue kan juga mau sukses. gue ga mau diam ditempat aja, menonton keberhasilan mereka, dan iri. gue ga mau begitu. gue juga mau sukses, gue juga mau bisa 'jadi orang', gue mau bersaing, secara sehat tentunya.

lalu, kalau gue mau sukses juga apa yang harus gue lakukan?

gue rasa, gue harus lebih rajin ibadah, rajin nge-review pelajaran, lebih sering buka Heuken dan ngafalin kata-katanya, memperdalam grammarnya, rajin sedekah, lebih sering senyum sama orang, puasa senin-kamis, sholat dhuha, sholat tahajud, stop begadang dan ngomongin orang, lebih sering ngaji, sering ngulang pelajaran, jangan panikan, dan serius kalau belajar

sepertinya jawaban dari pertanyaan gue inilah yang akan gue lakukan biar gue bisa sukses ngejalanin semester 2 ini. fyi, bisa lulus semester 1 aja, gue udah bersyukurrrrrrr banget. tapi ga cuma berhenti di bersyukur aja kan? gue harus bisa survive, senang dan ikhlas ngejalanin semester 2 biar bisa lebih baik lagi hasilnya :D

Aufklärung ist der Ausgang des Menschen aus seiner selbstverschuldeten Unmündigkeit. Unmündigkeit ist das Unvermögen, sich seines Verstandes ohne Leitung eines anderen zu bedienen. Selbstverschuldet ist diese Unmündigkeit, wenn die Ursache derselben nicht am Mangel des Verstandes, sondern der Entschließung und des Mutes liegt, sich seiner ohne Leitung eines anderen zu bedienen. Sapere aude! Habe Mut, dich deines eigenen Verstandes zu bedienen!“

Immanuel Kant



.annisaauliajustmine:)


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar