Jumat, 05 Agustus 2011

Arti Sebuah Kesetiaan

Hem, ada angin apa tiba-tiba dipagi hari yang cerah ini gue malah membahas hal yang *ehem* termasuk sensitif?

Jadi begini, kemaren gue baru aja nonton film 'UP', oke gue tau gue telat banget baru nonton itu film, tapi itu bukan halangan untuk gue ngeshare isi dari film itu kan? Hehehe.

Selepas adzan maghrib, gue langsung sholat dan buka puasa sambil nonton dvd yang baru gue beli di mas-mas kober yang baik hati. Gue memang belom pernah nonton film ini sebelumnya, tapi denger-denger rekomendasi dari bisik bisik tetangga, katanya film 'UP' tuh bagusnya pol apalagi buat gue yang bertipe melankolis dan demen film-film animasi gitu.

Diawal film sih terlihat biasa aja, cuma 2 anak kecil yang 'agak'agak' freaky dengan idolanya si Charles Muntz, dan pengen punya rumah persis disamping Paradise Falls. Akhirnya, lamakelamaan dua anak itu, si Carl sama Ellie, mereka nikah. Hidup pernikahan mereka hanya divisualisasikan dengan begituuuuu indah dengan lagu-lagu ceria, tanpa ada suara. Suatu hari mereka pengen banget punya anak, tapi ternyata Ellie divonis dokter ga bisa punya anak. Tapi kehidupan mereka terlihat sangat indah. Masih tanpa suara, teringat akan impian mereka dulu, ke Paradise Falls dan bertemu dengan idola mereka si Muntz itu, akhirnya mereka nabung disebuah botol, yang tiap hari mereka isi koin demi koin. Tapi realitasnya uang itu sering dipecahin buat membayar hal-hal yang unpredictable. Sambil beranjak tua (masih tanpa suara cuma musik aja), si carl diam-diam nyimpen uang dan dia ngebeliin tiket ke Venezuela untuk mereka berdua pergi. Tapi, saat itu, Ellie meninggal. Sedih, sedih, sedih banget.

Kasian Carl, dia ga punya anak, dan Ellie meninggal. Sekarang cuma tinggal dia dan sejuta kenangannya bersama Ellie untuk pergi ke Paradise Falls dan memiliki rumah disana. (udah ada suaranya) Carl hidup sendiri, dan ketika di zoom out rumahnya adalah satu-satunya rumah yang ada ditengah-tengah pembangunan gedung, yah maksudnya udah modern gitu. Kasian banget deh liat Carl, pasti kesepian banget. Tapi yang bikin terharu itu, yah kesetiaan Carl sama mimpi-mimpi dia sama Ellie. Meskipun Ellie udah meninggal, tapi sepertinya Ellie ga pernah mati dihati Carl. That was really awesome. Bagaimana bisa, Carl yang udah kakek-kakek sanggup nerbangin rumahnya dengan begituu banyak balon gas, untuk ukuran kakek biasa itu ga akan mungkin, tapi ini beda, Carl percaya bahwa Ellie tetap bersama dia sehingga dia kuat untuk melakukan itu semuaaa. Wuah sumpah itu the best part. Itulah arti sebuah kesetiaan, Carl percaya itu, maka dia bisa menjawab impian Carl dan Ellie dimasa kecil, untuk memiliki rumah persis disamping Paradise Falls dan bertemu si Muntz, meskipun si Muntznya jahat, tapi Carl hebaaaaaat.

Ada ga ya Carl-Carl lain didunia nyata? Kalo ada, aku order satu, boleh?

.annisaauliajustmine :)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar