Kamis, 28 Maret 2013

Silenzio Stampa

Minggu lalu di tengah rapat yang cukup menguras otak karena setiap peserta rapat sibuk mencari jalan keluar, muncul kata-kata "Silenzio stampa" dari mulut kak Sawqi. Apasih artinya? Gue penasaran. Kalo didengar dan diujarkan sendiri jelas berasa banget taste Italinya, sudah pasti itu bahasa Itali, dan ternyata tebakan gue benar.

Awal mulanya kata ini jadi terkenal sejak Piala dunia di Spanyol sekitar tahun 80an. Silenzio stampa berarti memutuskan untuk diam saja menghadapi suatu masalah. Contoh kasusnya ada sebuah klub yang gue lupa pastinya klub apa dan media memberitakan hal-hal yang tidak sesuai tentang klub tersebut. Daripada menanggapi dan mengklarifikasi tak ada hasilnya karena media sudah pasti lebih dipercaya oleh masyarakat karena dinilai lebih massiv pengaruhnya pada masyarakat oleh karena itu klub tersebut memutuskan untuk diam. Oh, ternyata gitu.

Sepertinya kalo gue aplikasikan ke dalam hidup cocok. Masalah banyak lalu lalang, kondisi di atas-di bawah, diuji kesenangan dan kesulitan, yah namanya juga hidup. Entahlah, sepertinya memang sudah kodratnya wanita punya lisan yang begini. Begini itu apa? Yang begini begitu semuanya diomongin. Yang begini, begitu, yang penting, ga penting, yang bagus, ga bagus, semuanya diomongin. Sometimes gue mikir ga semua hal yang diomongin itu perlu untuk diomongin, tapi kenapa tetep aja diomongin? Wanita. Haaah. Sudah kodratnya sepertinya, tapi kan lisan ini diberi Tuhan untuk setiap individu, lisan ini dipinjamkan buat kamu, dipinjamkan buat ngomong yang bermanfaat, buat ngomong yang memberatkan amalan pahala kamu, tapi kenapa lebih banyak dipake buat ngomong yang lain-lain ya?

Sia-sia, ngerasa sia-sia jadinya. 20 tahun hidup jangan-jangan kata-kata yang keluar dari mulut gue sampah semua, dosa semua. Rugi tenaga, rugi waktu. Mulai sekarang sepertinya gue perlu belajar buat diam. Ya, bukan diam benar-benar diam bak bisu saat melihat kamu *apasihnis* tapi berusaha diam untuk tidak berkomentar terhadap hal-hal yang ga perting untuk dikomentari, berusaha diam menghadapi masalah sambil cari jalan keluarnya. Terdengar lebih bermanfaat dan bermartabat sepertinya. Yuk, puasa nyinyir, puasa ngeluh! *selftalk*
SILENZIO STAMPA!

.annisaauliajustmine

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar