Kamis, 09 Januari 2014

Humor Hidup


Herzlich Willkommen 2014!
Agak tidak percaya rasanya bahwa 2013 sudah habis masanya! It has been a rough year for me

Dengan datangnya tahun ini, saya berharap berbagai rasa yang sudah dikecap di tahun sebelumnya bisa mendewasakan saya. Ya, tahun ini benar-benar kaya rasa. Namun tetap saja 2 rasa itu mendominasi hidup, ya pahit dan manis.

Ah ya, beberapa waktu lalu saya begitu tertarik akan sebuah gerakan bernama "Cewequat". Siapapun yang mendengarnya pasti dapat mendefinisikannya, meskipun berbeda-beda pasti berujung dengan pemahaman yang kurang lebih sama, iya perempuan yang kuat. Mungkin dalam hal ini, bisa saya garis bawahi yaitu perempuan yang kuat secara mental, yang kuat menghadapi dunia. Yeay! It's a positif thing, indeed. Oleh karena itu saya pun membeli bukunya dan memutuskan untuk coba mendaftakan diri dalam Sisterhoodcamp batch 2, semoga saja bisa masuk di dalamnya ya hehe.

Sepanjang membaca buku ini, saya berulang kali tersenyum kecil dan berkata "Been there, done that". Kejadian signifikan dalam hidup saya akhir-akhir ini memang beberapa kali terjadi dan buku ini seakan bisa mengerti apa yang baru saja saya rasakan. Dengan membaca buku ini, saya seperti memiliki peta yang dapat menunjukkan jalan mana yang harus saya pilih untuk tapaki.

Pahit dan manis. 
Manis banyak mendominasi hari-hari saya di awal tahun lalu, ya dengan sedikit pahit di balik tembok. Istilah 'di balik tembok' ini saya kutip dari halaman 20 dari buku Cewequat. Istilah tersebut diperuntukan bagi masalah yang tidak diselesaikan. Sebenarnya saya memang membuat masalah di awal tahun, tapi itu bukan sebuah masalah untuk saya pada awalnya, karena saya menikmatinya, sangat menikmatinya. Rasanya manis sekali, tapi saya tahu itu tidak benar dan baik untuk dilakukan. Saya melanggar banyak hal untuk dapat merasakan manisnya. Saya tutup mata akan sisi negatifnya dan terus berjalan.

Sampai akhirnya saya menyadari, terlalu banyak hal manis ternyata tidak baik. Terlalu banyak mengkonsumsi makanan manis dapat membuatmu diabetes dan obesitas bukan? Kurang lebih seperti itulah yang saya rasakan. Saya mulai begah dan kenyang dengan hal-hal manis. Ya, pada intinya saya merasa tidak nyaman dalam kenyamanan yang saya ciptakan sebelumnya. Karena manis yang terlalu banyak dapat menciptakan rasa pahit.

Dalam kepahitan, saya jatuh. Seperti halnya gadis biasa, masalah membuat hasrat mengurung diri menjadi lebih besar, langit menjadi begitu kelabu, tidak ada gairah untuk melakukan apapun. Ya, itu juga yang terjadi pada saya. Cukup lama larut dalam kalut. Selalu terlihat muram, kata ibu. Tapi dengan begitu saya merasa nyaman. Menyendiri dan menutup diri adalah cara terbaik untuk menghukum diri sendiri. 

Melihat daftar isi buku ini, saya begitu tertarik dengan bagian "Upgrade Yourself". Ini menarik. Sangat merepresentasikan apa yang saya rasakan saat ini, setelah masa kelam saya mulai beringsut menjauh. Saya tipe orang yang sangat setia, tapi juga mudah bosan. Aneh bukan? Tapi saya merasa beruntuk sifat mudah bosan yang sebenarnya berkonotasi buruk, justru dapat menolong saya kali ini. Saya sudah bosan larut dalam kalut. Saya sudah bosan menghukum diri saya sendiri dengan kesalahan yang menciptakan banyak salah. Iya, saya salah, lalu bisa berbuat apa dengan mengurung diri? 

Bosan menuntun saya pada sebuah cahaya. Saya begitu lelah dengan gelap kemarin. Di dalam gelap saya begitu dipenuhi energi negatif yang terus merongrong untuk dipenuhi. Sementara semakin saya turuti maunya, semakin hancurlah saya. Jadi saya mencoba bangkit. Mentransformasi energi negatif menjadi positif nampaknya adalah jalan keluar terbaik, karena menurut hukum kekekalan energi, energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, energi hanya dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk lain. Nah, berbekal teori tersebut, saya merasa sudah berada di jalur yang benar. Mengubah energi negatif menjadi positif. Saya yang sangat malas menggerakkan badan, mulai mengalah pada matahari pagi. Saya paksa diri saya untuk lari pagi setiap hari. Tidak masalah dengan durasi yang sedikit, yang penting rutin. Setengah jam saya habiskan untuk lari keliling komplek rumah. Ketika teringat atau bahkan diingatkan langsung oleh dia akan hal yang pahit, dengan segera saya mengambil tali dan melompat. Ya, saat merasa kesal dan sedih saya akan skipping (lompat tali) dengan segera. Membuat diri saya lelah dan berkeringat akan membuat saya lupa akan semua rasa. Lebih pahit yang dirasa, lebih banyak lompatan yang dapat saya hasilkan. Menyenangkan bukan, semakin banyak masalah yang saya hadapi, maka saya akan semakin sehat karena berolahraga haha. 

Saya belajar untuk nrimo. Menerima masa lalu yang sudah berlalu. Saat ini saya mencoba meletakkan harapan masa depan saya yang belum terjamah. Saya begitu percaya dengan kolaborasi Tuhan dan semesta yang akan menuntun saya kepada saya yang lebih baik nantinya. Juga perlu diingat bahwa berlarut-larut dalam problematika adalah upaya kita untuk menertawakan diri sendiri. Di masa depan, ketika kita sudah lepas dari masalah, kita akan menertawakan kesalahan yang dulu. Semakin lama kita berkubang dalam masalah masa kini, semakin tinggi gelak tawamu di masa depan. Jadi jangan berlama-lama di sana kalau tidak mau melihat dirimu mempermalukan dirimu sendiri nanti ya :)


.annisaauliajustmine



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar