Selasa, 28 Januari 2014

Memori, Solusi

Setiap harinya manusia membuat memori. Histori akan dirinya sendiri. Banyak hal, baik yang dilakukan sendiri atau yang dilakukan orang lain terhadap diri kita, yang masuk dalam area ingatan. Memang semuanya masuk ke dalam otak, akan tetapi otak kita memiliki fitur canggih yang dapat memilah hal apa yang akan masuk menjadi long-term memory atau short-term memory, lalu memangkasnya.

Kita sendiri yang memilih kriteria memori seperti apa yang akan terus diingat. Kita sendiri juga yang memilih memori mana yang harus dilupakan. Ingatan baik dan buruk jelas masuk dalam kolom yang berbeda di dalam sana. Membangkitkan memori baik dan buruk, sama-sama membawa kita ke masa dulu bersama atmosfir dan perasaan yang kala itu muncul. Yang baik, tentu mampu menghasilkan senyum sekejap di raut wajahmu dan mungkin sedikit desir bahagia yang menggelitik. Sedangkan yang buruk, ia mampu membuat bulu kudukmu berdiri, cemas, berkeringat, bahkan mual dibuatnya. 

Membuka memori tak jarang membuka luka, ya berbuntut penyesalan. Apakah dengan berulang kali mengucap "Seandainya dulu tak terjadi...." akan merubah memorimu? Saya bisa jawab, tidak akan. Bukan, bukan dengan nada arogan. Hanya saja itu sebuah kenyataan telak yang tidak bisa diubah lagi. Berapa ribu kali kamu menengok ke belakang, semua hal yang sudah terjadi tidak akan pernah berubah. Bangun, dan sadari itu.

Mengingat kembali memori tidaklah salah, kalau saja tidak berkubang di sana lama-lama. Saya mencoba untuk lebih peka dalam memilih jalan ke depan dengan meramu pengalaman berdasar memori yang disesuaikan bersama waktu untuk menjadi sebuah solusi. Dari memori baik, saya ambil utuh untuk bisa mendapatkan lebih banyak hal baik mulai saat ini dan ke depan. Sedangkan dari memori buruk, saya peras ampas hikmahnya sebagai penunjuk jalan agar tidak masuk ke dalam lubang yang sama. Dengan demikian memori pun bisa menjadi solusi.

Nb: Mungkin menjadikan memori sebagai solusi tidak semudah itu, karena aku tau itu sulit. Tapi percayalah, kamu punya banyak waktu untuk itu. Tidak usah terburu-buru, nikmati saja.

.annisaauliajustmine

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar