Kamis, 13 Maret 2014

Jangan marah

Hallo! Apa kabarnya dirimu? Semoga sehat selalu yaa :)

Banyak hal yang ingin saya coba ungkapkan. Memasuki minggu ketiga perkuliahan di semester 4, saya mulai diberondong oleh banyak tugas. Ya, tak apa, saya terima dengan lapang hati. Lagi mencoba hidup lebih positif nih haha.

Ohya, ada satu mata kuliah yang dosennya menurut saya berhasil menghilangkan dahaga sebuah mata kuliah yang sangat kering, iya sangat kering. Seusai kuliah beliau, saya bawaannya mau ngeblog terus, tapi baru kesampaian sekarang. Kali ini yang mau saya sharing adalah perihal cekcok dalam dunia pergaulan. Satu pertanyaan saya, pernahkah kamu sakit hati karena difitnah atau dijelek-jelekan oleh orang lain?

Pernaaaaaaah. 

Anggap saja jawabannya satu suara yaa haha. Lalu respon apa yang kamu tampilkan? Saya berani jamin, pasti responnya negatif. Saya juga jika berada di posisi itu pasti akan merespon negatif, ya bagaimana tidak, dijelek-jelekkan berarti kualitas diri saya yang sebenarnya direndahkan olehnya. Tapi lalu, saya berpikir ulang untuk merespon negatif ketika dosen saya berkata 

"...buat apa marah ketika kamu dijelek-jelekkan orang lain? Sebelum kamu marah, ingat saja bahwa prinsipnya adalah menjelek-jelekkan dilakukan untuk sebuah hal yang sudah baik. Justru yang sudah jelek, ya tidak perlu dijelekkan lagi. Gitu aja kok repot..."

Hahaha. Lucu ya. Dijelek-jelekan oleh orang lain malah mengindikasikan bahwa kita ternyata sudah cukup baik. Respon yang baik untuk perlakuan yang 'sangat' baik. Tapi bukan berarti kita lantas lepas tanggung jawab untuk terus introspeksi diri, karena itu wajib. Iya, wajib hukumnya. Berlakulah semaumu jika menurutmu itu baik dilakukan, jika sudah baik, maka tetaplah lakukan itu dan acuhkan mereka yang berusaha menjatuhkanmu. Cheers!

.annisaauliajustmine


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar