Jumat, 18 November 2011

Glücklich

bahagia
dimanakah engkau berada?
kuhanya ingin bersamamu

bahagia
dimanakah engkau berada?
biar aku jemput dirimu

secuil lirik dari lagu bahagia milik abdul and the coffee theory, hari ini berhasil mempengaruhi kerja otak gue. sudah beberapa hari ini gue disibukkan dengan mengerjakan 4 makalah yang harus diselesaikan dalam jangka waktu seminggu saja. tentu aja ini bukan hal yang mudah, ga semudah ginny menganggukan kepala dan mengucapkan 'tring' makalahnya langsung jadi.

gara gara buat makalah sambil denger lagu macem begini, gue jadi nambah semangat buat nyelesein makalah gue, biar bisa cepet cepet bahagia. eh tapi ternyata setelah dipikir-pikir bahagia gue kan ga cuma sebatas itu aja. kemudian, gue mikir lagi, definisi bahagia itu apa sih? berhasil lulus kuliah dengan IP cum laude, menikah dengan pria yang sholeh pintar bertanggung jawab, hidup terpenuhi dengan berkah, bisa berbagi dengan orang lain. Apa bahagia cukup segitu aja? heeem, menurut gue sih, bahagia itu relatif. tergantung dari perspektif mana lo memandang bahagia itu sendiri.

sekarang kalo ditanya, untuk apa sih kita hidup? kadang ada aja masalah yang harus dihadapi selama lo hidup. Dan setiap orang pasti pengen bahagia, ga ada kan yang mau hidup sengsara? itu dia jawabannya. Lo diberi masalah untuk menuju kebahagiaan. gini deh, setelah lo berhasil menyelesaikan sebuah masalah, pasti lo ngerasa lega dan ada persaan bahagia disitu. Itu dia, mungkin positivnya Allah membuat masalah adalah dengan berakhirnya masalah maka lo akan mendapatkan secercah kebahagiaan. kalo diliat liat bakalan begini jadinya.





Nah, dari step kedua inilah, terjadi proses pembelajaran. Pasti ketika dapet masalah, otak kita akan berpikiri keras bagaimana menyelesaikan masalah ini biar hidup gue bisa adem ayem tentarm bahagaia selalu seperti hidup gue dulu sebelum masalah ini muncul. Sooo, dengan masa pembelajaran itu lah, lo belajar untuk mencapai kebahagiaan lo, kadang proses itu memang sulit tapi bisa jadi lo merindukan masa masa penyelesaian masalah lo itu. Lagipula, kalau lo berhasil melewati masa masa sulit lo, it means lo hampir bahagia dan secara tidak langsung bisa membuat pribadi lo berubah. tapi ada 2 kemungkinan, pribadi lo jadi lebih baik atau jadi buruk.


atau





eem, sebenernya sih kok kayaknya agak melenceng ya dari topik bahagia yang gue bahas diawal. jadi gini loh, ini tuh sperti step step yang ada dikehidupan. mungkin orang yang tadi nya ga punya masalah, dia bodo amat sama hidup orang lain yang penting gue hidup enak. nah, ketika dapet masalah yang mungkin penyelesaiannya dibutuhkan kerjasama dari orang lain, akan membuat dia 'melek' terhadap keberadaan orang lain. dan definisi bahagia yang berusah gue tampilkan adalah bahagia itu lebih enak dirasakan secara bersama-sama, bukannya bahagia sendiri aja, karena itu ga enak banget (Menurut pandangan gue). entah mungkin berbeda dengan bahagia dilihat dari perspektiv lo.

lebih bahagia lagi, kalau lo menyadari bahwa setiap keterpurukan yang diakibatkan oleh masalah serta kebahagiaan yang ditimbulkan oleh kepuasan lo setelah bisa melewati masalah, semua adalah karena Allah. Dia yang udah menggariskan semua untuk kita. Jadi menurut gue, pasti ada maknanya, Dia sudah membuat yang terbaik buat kita. Jadi, jalani aja. Entah bahagia, entah kesedihan.


.annisaauliajustmine

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar