Minggu, 01 April 2012

Ini aksiku, mana aksimu?


Di tengah carut marutnya ibukota akibat rencana kenaikan BBM beberapa hari lalu, Earth Hour hadir mengikutinya. Sedih banget waktu ngeliat temen-temen perwakilan dari BEM UI yang mengawal jalannya sidang paripurna dan di pukul mundur. Ga tega banget ngeliat mereka digituin, mereka dibilang rusuh padahal mereka berusaha untuk beraspirasi dengan penuh responsibility, mereka ga anarki.

Tepat sehari setelah insiden teman-teman BEM di DPR, kami berkumpul membela hak bumi. Sabtu malam, kami menyatukan suara untuk masa depan yang lebih baik. Sebuah kegiatan positif untuk sejenak memadamkan lampu dan mematikan alat-alat elektronik selama 1 jam pada tiap minggu akhir di bulan maret. Kegiatan ini diikuti oleh banyak negara di dunia.

Nah menurut gue kegiatan positif kayak gini seharusnya dapet animo positif dari anak-anak muda buat mengkampanyekan ke masyarakat. Daripada demo yang anarkis mending kita tunjukin action nyata mulai dari diri kita sendiri. Gue sendiri emang suka nyoba-nyoba hal yang baru, dan menjadi Volunteer Earth Hour apa salahnya? Akhirnya gue iseng-iseng daftar dan ternyata seru banget. Meskipun ga sempet ikutan keliling daerah Depok seminggu sebelum hari H karena kuliah yang lagi sibuk, tapi gue seneng banget bisa ikutan keliling pas puncaknya, tadi malem. Sebelum hari H, kami kumpul beberapa kali, dan pas gue bisa ngumpul dan mau keliling ke rumah warga, hujan besar melanda, gajadi deh. Padahal gue pengen banget, setelah temen 1 tim gue, lebih tepatnya di koordinator tim bersama 2 temen baru gue yang keliling sosialisasi eh malah diajak arisan RW sama bapak-bapak sekitar. Seru aja kedengerannya.

Gue baru ketemu mereka hari kamis lalu saat itu tim kami yang bisa dateng cuma berlima. Ada tiara, gue, rio, hasim, rifki. Kami baru kenal saat itu juga, gue tepatnya sih, mereka udah ketemu sebelumnya. Tapi mereka ini kacrut banget. Hahaha, seru aja ketemu temen baru serasa udah kenal lama. Baru ketemu, mulut udah bener-bener kaku, karena ketawa terus. Sore itu kita ga jadi sosialisasi karena hujan deras sekali sodara-sodara, jadilah kami team building ngobrol-ngobrol di perpus. Kami berencana sosialisasi lagi di hari jumat, sekalian parade, tapi ternyata gajadi juga. Yowis kami sosialisasi langsung di hari puncak.

Karena gue dateng telat, gue sama temen gue, Naya kebingungan di Margo mencari anak-anak satu team. Margo semalam penuh. Penuh karena ada midnight sale, penuh oleh geng-geng yang pada shufflin, penuh dengan panitia dan volunteers EarthHour yang penuh spirit. Pokoknya margo semalam rameee banget. Akhirnya ketemu sama rio dan yang lain. Kita masuk team yang sama, ga lama setelah briefing sedikit sama Kak Danang kita langsung jalan. Kami dapet jatah sosialisasi ke jalan Djuanda Depok. Setiap lampu merah nyala, yang cowo ngebentangin spanduk Earth Hour yang bertuliskan himbauan buat warga buat matiin lampu, sementara yang perempuan bagi-bagiin flyer dan stiker buat pengguna jalan untuk matiin lampunya sejam aja.

Gimana tanggepan dari masyarakat selama sosialisasi?
Macem-macem. Ada yang open banget, nerima flyer sambil senyum dan bilang apa ini mbak? oh iya nanti saya matikan, berapa lama mbak? tapi ada juga yang ketusnyaaaa masyaAllah ah saya ga peduli mbak, yang penting saya mau nonton bola nanti atau ga mau buka kaca mobil karena disangka mau minta sumbangan -_____-"

Acara puncak adalah jam 20.30, volunteers yang udah selesai sosialisasi kumpul buat countdown matiin lampu margo city, yah meskipun cuma crownnya aja tapi lumayan lah ya. Sambil nunggu 1 jam waktu lampu dimatiin, semua kumpul di old house margo city. Banyak perform yang ditampiliin, dari abang mpok depok yang nari, stand up comedy dan lagu-lagu ciamik yang dibawain oleh beberapa band. Asik bangeet. Aksinya bermanfaat, seru juga iya.

Sampai bertemu di Earth Hour 2013 kawan :D
#ini aksiku, mana aksimu?

.annisaauliajustmine

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar