Selasa, 18 Juni 2013

Future leader? Yes, we are

Setelah terdistraksi oleh banyak hal, akhirnya muncul juga posting tentang FLS. Agak terlambat memang. Mei lalu tepatnya tanggal 18-19 telah diselenggarakan perhelatan besar pergerakan anak muda. Acaranya di Semarang. Dihadiri oleh mahasiswa mahasiswi seluruh Indonesia yang peduli akan perkembangan Indonesia. Konferensi ini terbagi atas enam konsentrasi, yaitu Human rights, Education, Environment, Art & Culture, Business Development, Health Care. Ada 300 main participant terpilih yang terbagai atas enam room. Didalam room masing-masing, main participant dibekali pengetahuan lebih tentang main topic yang dibahas. Setelah acara ini diharapkan para pemuda bisa saling mengintegrasikan disiplin ilmu yang dimiliki. 

FLS berlangsung selama dua hari. Sayang cuma sebentar. Di sana gue bertemu dengan orang-orang hebat yang pastinya seumur dan segenerasi yang bikin envy dengan sejuta kelebihan masing-masing. Ada yang baru balik conference di London, ada yang udah bikin gerakan pemuda tingkat nasional, wah macem-macem deh.  Ya memang tujuan utama gue ikut conference ini juga biar gue ketampar dan bangun terus bisa berprestasi seperti mereka. Di sana gue juga bertemu dengan teman-teman delegasi dari UI yang oke-oke, salah satunya Anbar-partner gue naik pesawat-padahal ga beli barengan. Anbar ini anak FH UI. Ga ada yang spesial dari dia, kelihatannya. Padahal dia ini mapres satau dari FH tahun ini. Canggih. 

Meskipun cuma dua hari, gue ga mau lepas dari beberapa teman dari room Human Rights. Semua teman-teman di room ini asik, bisa dibilang lima puluh orang yang ramai. Tapi gue cukup nempelsama tiga orang ini, ada Lintang, Irene dan Kiki. Lintang dari FH Undip, Irene dari Planologi ITB dan Kiki dari IT UDINUS, eh bener kan ya ki? Entah apa yang bikin kita ini lengket. Mungkin karena sama-sama suka ngobrol kali ya, makanya dari awal ketemu langsung cocok sampe pas mau pulang aja sedih. Here we are








Rangkaian acara FLS sesungguhnya seru-seru banget. Di hari pertama tiap room pergi mengunjungi rumah inspirasi, dan room kami (human rights) mengunjungi The School of Life. 'Sekolah' ini didirikan untuk tempat bagi orang-orang yang dianggap sebagai 'sampah' oleh lingkungannya. Sekolah ini menampung mereka yang dianggap tidak berguna dan memberdayakn mereka agar bisa menjadi manusia yang lebih bermanfaat. Salut banget sama pasangan bu priska dan suami yang tergerak hatinya untuk membuat yayasan ini. Sore harinya kita dibagi ke dalam kelompok kecil untuk pembagian kamar, entah kebetulan atau gimana kami sekamar. Malamnya ada networking night, saatnya membentuk jaringan dengan mengenal teman-teman dari room lain. Agenda ini seru banget, bisa kenal anak muda dari berbagai penjuru Indonesia.

Hari kedua ada diskusi per-room. Pembicara room human rights ada dua, yaitu mas Usman Hamid dari change.org dan Ryan Fajar Febrianto dari Aliansi Remaja Independent, fyi dia ini satu angkatan dan satu kampus sama gue. Fufufu dia aja udah bisa bikin gerakan masa masih mau diem aja nis? Ini dia foto diskusi room human rights.


Pokoknya acara ini seru banget. Harapannya sih semoga selepas acara ini para pemuda bisa saling berintegrasi demi mencapai Indonesia yang lebih baik lagi. See you on top, guys! 

.annisaauliajustmine


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar