Kamis, 20 Juni 2013

Rasa bersalah

Dari semua cara menuju mati ada satu hal yang paling menyedihkan. Mati karena tercekik rasa bersalah. Ya, rasa bersalah yang menurut kamu bukanlah apa-apa itu. Rasa bersalah yang katanya sepele dan mudah dihilangkan. Tidak begitu menurutku. Membiarkan orang lain terus penasaran dan terus meminta maaf akan salah yang bahkan kadang bukan ia yang cipta. Saat itu sesungguhnya kamu sedang membunuh ia secara perlahan. Membantai asa yang coba ia bangun, merubuhkan kepercayaan atas benar yang ia anut, menghancurkan harapan untuk menjadi lebih baik lagi di kemudian hari. Iya, kamu membunuhnya secara perlahan. Lucunya, kamu juga dalam proses membunuh dirimu sendiri. Nanti ketika ia mati atas rasa bersalahnya padamu, maka kamu akan menyusulnya. Mati bersama rasa bersalahmu yang kamu gunakan untuk membunuhnya dulu. Ironis.

.annisaauliajustmine 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar