Selasa, 21 Oktober 2014

Tentang Pencapaian

Hari ini beberapa orang menghampiri saya dan bertanya "Kamu sakit ya? Kok pucat..." Ini semua efek siklus bulanan yang tidak teratur yaa selain memang lagi banyak yang harus dikerjain sih dan juga mungkin karena pikiran, padahal lagi ga mikir apa-apa. Tadi sore, saya menyempatkan untuk mengobrol dengan teman selama masih kuliah Jerman. Mereka makan di dekat daerah kosan dan saya sambangi, cuma untuk ngobrol dan tau kabar. Maklum, lama tak jumpa.

Kedua teman saya ini pernah membuat keputusan besar selama kami berada di semester 4. Mereka berdua memutuskan untuk cuti 1 tahun dan pergi ke Jerman untuk sebuah program. Nekat. Itu satu kata yang ada di benak saya saat mereka memberitahu saya akan rencananya tersebut. Hidup 1 tahun lamanya di negara orang, tanpa memiliki kenalan, tertolong dengan kemampuan bahasa yang cukup. Dan tahun-tahun pun berlalu.

Yang satu secara fisik memang tipe favorit para foreigner, kulitnya sawo matang, matanya indah, lesung pipi yang dalam, serta kemampuan bahasa yang sangat sangat adaptif. Beberapa kisah sudah pernah ia ukir bersama pria bule. Dan saat ini pun sedang dalam perjalanan bersama salah satu di antaranya. Sama seperti saya, kami masih berjuang menjalani sisa-sisa perjuangan di kampus kuning.

Sedangkan yang satu lagi. Hmm, kami memang tidak begitu dekat dan sering berkomunikasi tapi yaa hubungan pertemanan kami bisa disebut baik. Beberapa minggu belakangan adalah waktu Ujian Tengah Semester bagi sebagian besar mahasiswa di kampus ini, termasuk kami. Ya, ia pun juga sedang menjalani UTS. Mulanya ia hanya menanyakan hal-hal kasual semisal kabar dan kelamaan pun memberikan pertanyaan yang mengarah pada urusan hubungan interpersonalnya dengan kekasihnya yang juga bule. Setelah beberapa pertanyaan, baru ia cerita bahwa ia menunggu visanya selesai esok hari dan tanpa menunggu UTSnya selesai, minggu depan ia akan bertolak ke Jerman tempat kekasihnya tinggal. Ia juga menceritakan keinginannya untuk segera menikah, namun karena sulitnya urusan dokumen maka mereka harus menunggu waktu. Setelah menikah, rencananya mereka akan tinggal di sana dan ia akan kuliah lagi kira-kira jurusan pendidikan, sementara sang kekasih berkutat dengan bisnis kulinernya, anyway pacarnya bisnis surabi di Jerman! Saya sudah janji, kalau ada kesempatan bisa pergi ke Jerman, pasti mampir hehe. Aamiiiin. Turut berbahagiaaaa buatmu!

Sebelum pulang, kami bertemu dengan teman yang lain. Setahu saya selepas lulus kuliah kemarin, ia melanjutkan kuliah bisnis di Belanda dan langsung cao selepas wisuda. Ternyata setelah saya tanya mengapa pulang, ia sedang mengurus jurnal sebagai syarat kelulusan yang lalu, selain itu kuliahnya di Belanda pun sedang libur.

Di akhir pekan minggu lalu, saya juga baru dapat kabar bahwa seorang teman yang dulu cukup dekat akan segera melangsungkan pernikahan sekitar dua bulan lagi. Ia akan menikah dengan kekasihnya yang sedang bertugas di Amerika. Kabarnya selepas menikah, teman saya itu akan segera diboyong oleh calon suaminya ke sana. Meski belum dengar kabar langsung darinya, tentu saya turut senang akan langkah besar yang akan segera ia tapaki. 

Setelah mendengar banyak kabar baik yang membuat pikiran saya melambung, saya pun kembali pada kenyataan. Pencapaian apa yang sudah berhasil saya raih di umur ini? Di saat yang bersamaan, saya masih sedang berjuang dengan minggu UTS. Jelas pasti ada perasaan aneh yang tidak bisa didefinisikan seperti apa, selain rasa senang mendengar kabar luar biasa dari teman-teman seperjuangan. Hanya saja meninggalkan banyak tanya dalam benak dan otak. Yang saya dapat lakukan adalah menguatkan diri sendiri dengan banyak banyak bersyukur. Tentu saja semua ada jalannya dan proses mencapainya tentu berbeda-beda.

Tidak ada maksud untuk melemahkan diri dari tulisan ini. Saya hanya ingin menumpahkan apa yang menjadi pikiran beberapa waktu ini. Tetiba jadi teringat doa mama papa yang selalu meminta sehat agar masih bisa diberi kesempatan untuk melihat saya diwisuda, merasakan gaji pertama saya, mendampingi saya di pelaminan dan merasakan serunya punya cucu. Semoga semua harapan itu bisa segera terwujud. Yang bisa saya lakukan sekarang adalah mengakhiri apa yang sudah saya mulai. Kuliah ini akan dan harus segera selesai dalam beberapa semester ke depan. Kamu kuat, kamu bisa :)


Anyway,
Apa kabar #Misi21-nya Nisa?
Hoaaaaam

Jadi ga seru karena ga diupdate apakah challengenya benar dilakukan atau engga. Baiklah, mungkin dalam posting berikutnya akan saya singgung dan start it over again.

Salam semangat!
.annisaauliajustmine

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar